Senin, 23 Juni 2014

Sejarah berdirinya android hingga sekarang

Android adalah Operating System (OS) atau sistem
operasi yang sangat populer akhir-akhir ini. Tidak dapat
dipungkiri sistem operasi ini telah banyak mengambil
perhatian masyarakat dunia dan masyarakat Indonesia
tentunya. Perusahaan gadget dan telepon seluler
berlomba-lomba membuat perangkat dengan memakai
sistem operasi Android. Oleh karena itu tidak heran kalau
hampir setiap hari kita melihat gadget-gadget baru
beredar di pasaran yang menggunakan sistem operasi
besutan Google ini. Namun tahukah anda sejarah sistem
operasi Android itu sendiri? Berikut adalah Sejarah dan
Seluk Beluk OS Android.
Android Logo
Android merupakan sistem operasi yang berbasis Linux
untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer
tablet. Platform Android terdiri dari sistem operasi
berbasis Linux, sebuah GUI (Graphic User Interface),
sebuah web browser dan aplikasi end-user yang dapat di
download.
Android pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 oleh
sebuah perusahaan Android Inc. Android, Inc didirikan di
Palo Alto, California, Amerika Serikat pada bulan Oktober
2003 oleh Andy Rubin (pendiri Danger), Rich Miner (co-
pendiri Wildfire Communications, Inc), Nick Sears (Vice
Prsident T-Mobile), dan Chris White (pemimpin desain dan
pengembangan di Webtv).
Sejak saat itu Google mulai melirik untuk mengembangkan
bisnis di pasar Smart Phone. Dan pada akhirnya tahun
2005 Google membeli perusahaan Android Inc. Kemudian
untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open
Handset Alliance (OHA), konsorsium dari 34 perusahaan
peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk
Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile,
Samsung, dan Nvidia.
Rich Miner
Android dibangun menggunakan kernel Linux. Dengan
library dan API yang ditulis dengan bahasa pemrograman
C. Serta perangkat lunak aplikasi yang berjalan pada
kerangka aplikasi yang mencakup Java Library yang
berbasis pada Apache Harmony.
Arsitektur Sistem Android
Saat ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi
Android di dunia. Pertama yang mendapat dukungan
penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan
kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya
tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai
Open Handset Distribution (OHD). Sistem Operasi Android
membuka pintu untuk para developer mengembangkan
software ini dengan Android SDK (Software Development
Kit), yang menyediakan tool dan API yang dibutuhkan
untuk memulai mengembangkan aplikasi pada platform
Android menggunakan bahasa pemograman Java.
Hal ini membuka kesempatan bagi para penggemar open
source untuk ikut terjun mengembangkan sistem operasi
Android. Kemudian mulai bermunculan berbagai
komunitas yang membangun dan berbagi sistem Android
berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan
fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan
kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada
microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket
firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi
Android yang belum resmi diluncurkan ke dalam suatu
firmware.
Pada bulan September tahun 2007 Google mulai
mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler. Disusul
dengan dikenalkanya perangkat seluler Android pertama
pada tahun 2008, HTC Dream. Perangkat ini menggunakan
sistem operasi versi pertama Android 1.0.
HTC Dream
Hadirnya HTC Dream telah mendorong perusahaan-peru
sahaan perangkat keras lainya untuk ikut menggunakan
sistem operasi Android. Dan kemudian pada tahun 2008
terdapat beberapa perusahaan yang ikut bergabung dalam
Android ARM Holdings yaitu Atheros Communications
diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd,
Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone
Group Plc.
Kemudian pada tahun 2010 Google menyusul dengan
mengenalkan gadget Nexus One. Telepon seluler ini
diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran
mulai 5 Januari 2010.
Google HTC Nexus One
Saat ini sistem operasi Android menjadi pilihan yang
menguntungkan bagi banyak vendor smart phone karena
memiliki biaya lisensi yang lebih murah dan sifatnya yang
semi open source. Selain itu Android tentunya juga akan
support dengan berbagai layanan dari Google.
Saat ini OS Android telah sampai versi 4.1 dengan code
name Jelly Bean. Berikut adalah sejarah perkembangan
versi OS Android :
Android 1.0 beta
Android Beta, pertama kali di rilis tanggal 5, November,
2007, dan versi SDK (Software developer Kit) beta di rilis
tanggal 12, November di tahun yang sama.
Android 1.0
Android 1.0, merupakan versi software Android komersial
pertama, dirilis 23 September, 2008. Dan perangkat
Android pertama yang menggunakan dan memperkenalkan
Android 1.0 adalah ponsel HTC Dream (G1).
Android 1.1
Pada 9 Februari, 2009, Android 1.1 di luncurkan, awalnya
hanya untuk T-Mobile G1. Versi ini guna memecahkan
masalah (bug), merubah API dan menambahkan sejumlah
fitur dibanding versi 1.0. Terdapat beberapa pembaruan
termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler
versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video
dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube
dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan
Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis
ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada
layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.
Android 1.5 (CupCake)
Pada 30 April, 2009, Android 1.5 di rilis, dinamakan
CupCake, berbasis Linux Kernel 2.6.27. Update ini
membawa sejumlah fitur baru dan perubahan pada
antarmuka (UI).
Android 1.6 (Donut)
Pada 15 September, 2009 SDK Android 1.6 diberi nama
Donut, dirilis, bebasis Linux Kernel 2.6.29. Di dalamnya
terdapat sejumlah fitur baru. Di antaranya adalah galeri
yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang
akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang
dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan
Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak;
teknologi text to change speech (tidak tersedia pada
semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.
Android 2.0 / 2.1 (Eclair)
Pada 26, Oktober, 2009, SDK Android 2.0 dengan nama
kode Eclair dirilis, berbasis Linux Kernel 2.6.29. Dan
Motorola Droid perangkat yang menggunakan Eclair saat
itu. Perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan
hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI
dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak
yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital
Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Android 2.2.x (Froyo : Frozen Yoghurt)
Pada tanggal 20 bulan Mei, 20120, SDK Android 2.2
(Froyo) di rilis, berbasis Linux Kernel 2.6.32. Perubahan-
perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya
antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja
dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8
JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang
mempercepat kemampuan rendering pada browser,
pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi
Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam
aplikasi Android Market.Dan Google Nexus One
merupakan ponsel pintar pertama yang menggunakan
Android Froyo.
Android 2.3.x (Gingerbread)
Pada tanggal 6, Desember, 2010, SDK Android 2.3
(Gingerbread) diluncurkan, berbasis Linux Kernel 2.6.35.
Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android
versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan
(gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar
muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format
video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb,
equalization, headphone virtualization, dan bass boost),
dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC),
dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu. Dan
Google Nexus S merupakan perangkat mobile pertama
yang hadir dengan Android 2.3 Ginggerbread ini.
Android Honeycomb 3.x (Honeycomb)
Pada tanggal 22, Februari, 2011, SDK Android 3.0
(Honeycomb) yang merupakan versi Android pertama
yang diperuntukan untuk perangkat tablet di luncurkan,
berbasis Linux Kernel 2.6.36. User Interface pada
Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk
tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan
juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis.
Dan perangkat tablet komputer pertama yang gunakan
versi ini, ialah Motorola Xoom, yang dirilis pada 24,
Februari, 2011.
Android 4.0.x (Ice Cream Sandwich)
SDK untuk Android 4.0.1 atau Ice Cream Sandwich dirilis
untuk publik pada 19, Oktober,2011 dan berbasis Linux
Kernel 3.0.1. Gabe Cohen dari Google menegaskan bahwa
Android 4.0 secara teoritis cocok dengan perangkat
Android 2.3 keatas dalam produksi masa itu. Android ICS
4.0 membawa fitur Honeycomb untuk smartphone dan
menambahkan fitur baru termasuk membuka kunci
dengan pengenalan wajah, jaringan data pemantauan
penggunaan dan kontrol, terpadu kontak jaringan sosial,
perangkat tambahan fotografi, mencari email secara
offline, dan berbagi informasi dengan menggunakan NFC.
Kode sumber untuk Android 4.0 tersedia secara publik
pada 14 November, 2011.
Android 4.1.x (Jelly Bean)
Android Jelly Bean yang diluncurkan pada acara Google I/
O lalu membawa sejumlah keunggulan dan fitur baru.
Penambahan baru diantaranya meningkatkan input
keyboard, desain baru fitur pencarian, UI yang baru dan
pencarian melalui Voice Search yang lebih cepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar